Sunday, January 3, 2021

REVIEW JURNAL PENILAIAN EKONOMI HUTAN KOTA SRENGSENG SEBAGAI PENYEDIA JASA LINGKUNGAN BERUPA KESEJUKAN

 

Tugas Penilaian Hutan                                                        Lubuk Pakam, Desember 2020

 

 

PENILAIAN EKONOMI HUTAN KOTA SRENGSENG SEBAGAI PENYEDIA JASA LINGKUNGAN BERUPA KESEJUKAN

 

 

Dosen Penanggungjawab:

Dr. Agus Purwoko, S.Hut, M.Si

 

 

Oleh:

Prasetio Sudibyo 181201005

MNH 5

 

 

 

 

 

 

Logo_USU.png

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN MANAJEMEN HUTAN FAKULTAS KEHUTANAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

2020


REVIEW JURNAL

 

Judul

PENILAIAN EKONOMI HUTAN KOTA SRENGSENG SEBAGAI PENYEDIA JASA LINGKUNGAN BERUPA KESEJUKAN

Jurnal

Jurnal Ilmiah Bidang Keuangan Negara Vol. 1 No. 2

Volume & Hal

1(2): 1-5

Tahun

2020

Penulis

Anggraini Anisa Rahayu

Reviewer

Prasetio Sudibyo (181201005)

Tanggal

3 Januari 2021

 

 

 

Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan menentukan nilai ekonomi kesejukan Hutan Kota Srengseng agar mengetahui berapa besarnya nilai yang hilang jika Hutan Kota Srengseng tidak dikelola dengan bijaksana.

Subjek Penelitian

Penilaian Ekonomi Hutan Kota

Metode Penelitian

Hutan Kota Srengseng merupakan ruang terbuka hijau yang beralamat di Jl. H. Kelik, RT.8/RW.6, Kel. Srengseng, Kec. Kembangan, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Secara astronomis, hutan kota ini terletak pada koordinat 60˚ 13’ 12 ” LS dan 10˚60’ 48” BT. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 13-26 Juli 2020. Penelitian ini berlangsung selama ± dua minggu

 Nilai kesejukan diperoleh dengan menggunakan metode biaya pengganti. Apabila hutan kota rusak, maka dibutuhkan AC sebagai pengganti pohon supaya lingkungan menjadi lebih sejuk. Besarnya biaya pengadaan AC tersebut yang menjadi nilai kesejukan dari Hutan Kota Srengseng. Nilai ekonomi kesejukan dari Hutan Kota Srengseng merupakan hasil penjumlahan dari biaya pengadaan AC,biaya perawatan, dan biaya pemeliharaan. Jenis data yang digunakan pada karya tulis ini ialah data sekunder. Data sekunder dari penelitian ini diambil dari Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta berupa luas lokasi penelitian, PMK No 96 Tahun 2009 tentang Jenis-Jenis Harta Yang Termasuk Dalam Kelompok Harta Berwujud Bukan Bangunan.


 

Hasil                dan

Pembahasan

Luas kawasan Hutan Kota Srengseng adalah 15 Ha. Hutan yang terletak di bagian barat ibu kota ini terletak di antara 0,5 – 2 meter dari permukaan laut. Hutan Kota Srengseng memiliki nilai kesejukan karena memang suhu udara di dalam kawasan Hutan Kota Srengseng lebih rendah bila dibandingkan dengan kawasan Jakarta Barat di luar Hutan Kota Srengseng. Suhu rata-rata di Jakarta Barat selain di kawasan Hutan Kota Srengseng adalah 32 ˚C. Bila dibandingkan, rataan suhu udara di kawasan Hutan Kota Srengseng lebih rendah karena berada di angka 26,6˚C. Selisih besaran suhu ini menunjukkan bahwa iklim mikro di dalam kawasan Hutan Kota Srengseng lebih baik daripada di luar kawasan Hutan Kota Srengseng.

   Kesejukan yang dirasakan di kawasan Hutan Kota Srengseng disebabkan karena adanya banyak pohon yang mengisi kawasan tersebut. Ada lebih dari 11 ribu pohon yang tumbuh di Hutan Kota Srengseng, di antaranya jati, flamboyan, beringin, sengon, mahoni, meranti, dan lain- lain. Dibutuhkan suatu alat untuk mendapatkan kesejukan yang setara dengan yang dihasilkan oleh pohon-pohon di Hutan Kota Srengseng. AC merupakan alat yang dapat menurunkan suhu ruangan tetapi membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Diperlukan biaya yang banyak untuk melakukan pengadaan AC, perawatan, hingga pemeliharaannya. AC memiliki kemampuan yang sangat terbatas. Satu unit AC ukuran satu (1) pk diperkirakan hanya mampu mendinginkan ruangan seluas 16 m2. Dengan Demikian, dibutuhkan 9.375 unit AC untuk menggantikan pohon- pohon di Hutan Kota Srengseng seluas 15 Ha.

Pengadaan 1 unit AC ukuran 1 pk membutuhkan biaya sebesar Rp3.499.000,00. Untuk seluruh luasan Hutan Kota Srengseng, biaya pengadaan 9.375 unit AC ukuran 1 pk adalah Rp32.803.125.000,00. Jika umur ekonomis AC adalah 8 tahun, maka biaya pengadaan AC per tahun adalah sebesar Rp4.100.390.625,00.

   AC perlu dirawat untuk menjaga fungsinya supaya tetap bekerja secara optimal. AC dibersihkan setiap tiga(3) bulan sekali. AC membutuhkan perawatan empat (4) kali dalam setahun. Satu (1) kali perawatan membutuhkan biaya sebesar Rp45.000,00. Dengan demikian, biaya untuk perawatan seluruh AC dalam setahun adalah Rp1.687.500.000,00.AC juga perlu dipelihara dengan cara mengisi ulang freon AC setiap tahunnya. Biaya yang dibutuhkan untuk memperoleh satu (1) unit freon tipe R32 adalah Rp225.000,00. Biaya pemeliharaan AC 1 pk sebanyak 9.375 unit dalam setahun adalah sebesar Rp2.109.375.000,00. Biaya yang diperlukan untuk mengganti jasa lingkungan yang rusak, dalam hal ini pohon, dengan AC untuk menciptakan lingkungan yang sejuk dan nyaman merupakan nilai ekonomi kesejukan dari Hutan Kota Srengseng. Nilai ekonomi kesejukan yang diberikan oleh Hutan Kota Srengseng sebesar Rp 7.897.265.625 per tahun atau Rp 526.484.375 per hektar per tahun1.

Kekurangan

Pada jurnal penelitian ini hanya menggunakan data sekunder yang di dapat kan dari dari Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta PMK No 96 Tahun 2009

Kelebihan

Pada jurnal ini sudah cukup jelas mengenai penilaian hutan Kota Srengseng Sebagai Penyedia Jasa Lingkungan Berupa kesejukan baik berupa data sekunder nya dan hasil dari perhitungannya.

 

No comments:

Post a Comment